• Ming. Jun 26th, 2022

Website Resmi Ponpes Darul Aufa

Muara Bulian – Jambi

Sejarah Ponpes

  • Home
  • Sejarah Ponpes


Cikal Bakal berdirinya Pondok Pesantren Darul Aufa adalah diawali adanya dorongan dan minat masyarakat Desa Sungai Buluh kepada Bapak Drs. KH. Zuhdy al-Mijri (yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabuaten Batang Hari) untuk mendirikan sebuah sekolah agama atau yang disebut madrasah.
Hal ini sangat beralasan mengingat sangat minimnya jumlah sekolah lanjutan bagi anak-anak yang tinggal disekitar Desa Sungai Buluh, Desa Batin, Desa Petajen, Dusun Kebalen dan Dusun Merbau A dan Merbau B, sehingga setelah selesai jenjang pendidikan sekolah dasar, maka mereka tidak dapat melanjutkan lagi ke jenjang SMP atau MTs, kalaupun bisa melanjutkan maka harus menempu perjalanan ± 15 Km ke Kota Muara Bulian.
Selain itu, tingkat kejahatan/Kriminal di Desa Sungai Buluh dan desa desa sekitarnya (apalagi kawasan Nes yang merupakan daerah Transmigrasi dengan masyarakat yang majemuk dan heterogen dengan berabagai adat, budaya, suku, bahasa dan kebiasaan) menyebabkan angka kejahatan/kriminal cenderung tinggi.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Bapak Drs.KH.Zuhdy al-Mijri yang merupakan jebolan Pondok Pesantren As’ad Olak Kemang, mulai membentuk Panitia Pembangunan Madrasah Tsanawiyah Darul Aufa, yang terdiri dari beberapa orang tokoh masyarakat termasuk Kepala Desa Sungai Buluh (Bapak Rd.H. Bujang Kasim alm), Bapak Sutoyo dan lain-lain. Tanah awal yang dimiliki oleh Bapak Drs. KH. Zuhdy al-Mijri adalah ± 1 Hektar, kemudian mendapatkan Hibah dari Bapak Rd.H.Bujang Kasim, dan seterusnya hingga sampai saat ini tanah milik Pondok Pesantren Darul Aufa ± 24 Hektar.
Pada awalnya dibangunlah ruang belajar / kelas sebanyak 2 kelas, pada Tahun Ajaran 1989/1990 diterimalah santri baru ± 40 orang, proses belajar mengajar dimulai dari jam 14.00 s/d 17.30 Wib. Semua santri dan para majelis berulang dari rumah masing masing. Sehingga pada Tahun 1993, semakin tingginya minat para santri untuk belajar di Madrasah Tsanawiyah Darul Aufa, bahkan sebagian santri (Putra dan putri) ada yang berasal dari Luar Desa Sungai Buluh, Desa Batin dan Desa Petajen, seperti dari Desa Kaos yang meminta agar para santri tersebut mukim (mondok) di Komplek Pondok Pesantren Darul Aufa, sedangkan pembangunan pemondokkannya mayoritas dibangun oleh orang tua santri itu sendiri.
Melihat perkembangan itu, maka Bapak Drs.KH.Zuhdy al-Mijri dan beserta keluarga pindah dari Komplek Air Panas Muara Bulian ke Desa Sungai Buluh. Adapun yang menjadi tenaga Pengajar di awal berdiri Pondok Pesantren Darul Aufa antara lain :
1. Drs. KH. Zuhdy Al-Mijri
2. KH. Rd. Ibrahim
3. Drs. M. Havis (Mantan Kakankemenag Batang Hari)
4. Drs. Ibrahim Adam (Guru SMP N 14 Batang Hari)
5. Guru H. Yahya
6. H. M. Ashlie
7. Drs. Mahara Saja
8. Ibu Supartini
9. Ibu Ezwarni
10. Bapak Drs M. Yakqub
11. Bapak A. Rahman Ali dll.
Seiring dengan perjalanan dari Tahun ke Tahun, maka pada Tahun 2019 ini Pondok Pesantren Darul Aufa Telah memiliki jenjang Pendidikan seperti :
1. PAUD Darul Aufa;
2. MIS (Madrasah Ibtidaiyah Darul Aufa)Darul Aufa;
3. MTs (Madrasah Tsanawiyah Swsta) Darul Aufa;
4. MAS (Madrasah Aliyah Swasta) Darul Aufa;
5. Pondok Pesantren Darul Aufa
Dengan jumlah santri yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, bahkan asal santri sudah bukan dari Kabupaten Batang Hari saja, melainkan dari Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolagun, Kota Jambi. Di Tahun Ajaran 2018/2019 Jumlah Santri Pondok Pesantren Darul Aufa adalah 300 orang, dengan Jumlah tenaga pendidik sebanyak 16 orang.